May 27, 2011 05:40

Jakarta, pastinews -– Falsafah dan filosofi biar lambat asal selamat saat ini tidak lagi relevan. Apa pasal? Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang produktif sementara bangsa yang kerdil adalah bangsa yang tidak produktif. Begitu kira-kira yang kalimat yang tepat digunakan dalam kampanye Aksi Semangat Indonesia Produktif yang digelar berkat kerjasama PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI serta Rumah Perubahan.

Pencanangan aksi ini berlangsung di Mario’s Place Menteng Jakarta, Kamis (19/5) adalah sebagai kelanjutan dari gerakan moral peduli produktivitas bangsa yang dicanangkan pertama kali pada tahun 2010 untuk mengajak seluruh elemen masyarakat menuju masyarakat yang produktif.

Masyarakat yang produktif memang cita-cita dari semua manusia yang ada di kolong langit. Termasuk masyarakat Indonesia yang saat ini berpenduduk lebih dari 200-an juta orang. Sebagai sebuah negara bangsa (nation state) yang berdaulat, kekayaan negeri kita sebanarnya melimpah ruah dengan jenis-jenis sumber daya alam yang luar biasa. Mulai dari minyak bumi dan gas, tambang emas, batu bara, nickel, baja, hutan, sumber daya hayati di laut hingga panorama alam sebagai tempat wisata yang sangat mengagumkan.

Sumber daya alam sebagai anugerah Tuhan sesungguhnya amat perlu disyukuri dengan pengelolaan yang baik, benar dan profesional. SDA akan bermakna ideal bagi bangsa ini manakala Indonesia mampu menggerakkan suatu model pengelolaan sumber daya alam yang menyatukan dan men-senyawakan segenap modal sosial (social capital) yang pada akhirnya bisa melahirkan produktivitas tinggi.

Sementara itu kalau kita menengok kondisi produktivitas manusia Indonesia saat ini diakui atau tidak sesungguhnya masih berada dibawah standar. Lihatlah data-data yang dikeluarkan oleh UNDP (United Nation Development Program) tahun 2010, indeks pembangunan manusia (human development index atau HDI) Indonesia masih berada di posisi 108 dari 160 negara, jauh di bawah Singapura yang berada di posisi 27, Brunei 37, Malaysia 57, dan Thailand 92.

HDI mencakup kualitas dari pendidikan, kesehatan, angka melek huruf dan perekonomian negara bersangkutan. Rendahnya angka HDI Indonesia menandakan masih rendahnya tingkat kualitas serta produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Sedangkan menurut  laporan yang di keluarkan oleh World Economic Forum di tahun 2010, peringkat daya saing (GCI) Indonesia berada di posisi 44 dari 139 negara, sedangkan Singapura berada di posisi 3, Malaysia di posisi 26.

Keinginan untuk menjadi negara besar di satu sisi, dan kenyataan sosial yang tengah dihadapi saat ini membuat kita wajib bekerja keras di segala bidang. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama, antara lain mendongkrak peringkat HDI Indonesia.

Kampanye aksi semangat Indonesia produktif ini secara tidak langsung adalah ikhtiar dalam rangka mendongkrak indeks HDI dan indeks daya saing sebagai bangsa yang memiliki kekayaan berlimpah ruah. Seperti sebuah lingkaran, produktivitas akan bisa diraih apabila indeks human development (HDI)-nya tinggi, sebaliknya apabila HDI-nya rendah maka secara otomatis produktivitas rendah.

Kenapa kampanye pada tahun ini Kalbe lebih mengedepankan karya nyata anak bangsa sebagai implementasi dari kata produktivitas? Kemungkinan besar pihak Kalbe menilai produktivitas manusia Indonesia sangat perlu terus didorong dan dengan  program ini akan mampu menggerakan masyarakat Indonesia untuk melakukan aksi nyata yang bernilai produktif bagi masyarakat dan lingkungannya.

”Kami berharap kampanye ini akan memicu masyarakat Indonesia untuk memiliki daya saing yang tinggi, tidak hanya motivasi dan semangat yang tinggi tetapi juga wujud Aksi yang nyata,” ujar Widjanarko Loka Djaja, Marketing Director PT Kalbe Farma usai pencanangan yang kebanyakan dihadiri oleh para jurnalis.

Ditambahkan oleh Widjanarko, dengan potensi dan sumber daya yang ada, kita bisa bangkit dan bersaing untuk mewujudkan Indonesia produktif. ”Tentunya Fatigon selalu menjadi multivitamin pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan fisik dan membantu beraktivitas sehari-hari sehingga dapat mewujudkan produktivitas yang maksimal,”papar Widjanarko sembari berpromosi.

Menurut pihak penyelenggara kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2011 dan Hari Ulang Tahun Kalbe Farma yang Ke-45.

Tak ketinggalan pula kampanye aksi Indonesia produktif ini didukung penuh oleh produk-produk andalan PT Kalbe Farma seperti produk multivitamin Fatigon Group, meliputi Fatigon Putih multivitamin untuk capek, pegal, kram dan kesemutan; Fatigon Spirit multivitamin untuk stamina dan tenaga; Fatigon Viro multivitamin wanita untuk selalu aktif dan segar dan Fatigon C-Plus, multivitamin untuk daya tahan plus.[hrn]


source: Pastinews.com, 21 Mei 2011

Comments

There are currently no comments, be the first to post one.

Post Comment

Name (required)

Email (required)

Website

CAPTCHA image
Enter the code shown above: